(¯`*•.Mengukur Kecepatan Membaca.•*´¯)

     Teman- teman mau tahu bagamana cara mengetahui seberapa cepat kalian membaca.
Nih, Aku kasih kalian langkah-langkah mengukur kecepatan membaca.
Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :

1. Catatlah waktu kalian mulai membaca.
Pukul.... Lebih... Menit...Detik.

2. Catatlah waktu Kalian selesai membaca.
Pukul....Lebih... Menit... Detik.

3. Catatlah lama kalian membaca.

4. hitunglah jumlah kata dalam bacaan.
Rumus menghitungnya yaitu :
Jumlah Baris x 10, jika berupa teks
jumlah Kolom x 5.

5. Hitunglah kecepatan membaca kalian.
Rumusnya : Jumlah kata yang dibaca x 60 = Jumlah kata per menit.
                  Jumlah waktu membaca

(¯`*•.Katakan " Tidak ".•*´¯)


Tidak.. Untuk menyia-nyiakan umurmu dengan hal-hal yang tidak berguna.

Tidak...Untuk mendewakan harta dan berupaya menimbunnya dengan mengorbankan kesehatan, kebahagiaan dan tidur yang nyenyak.

Tidak... Untuk mencari cari kesalahan orang lain, menggunjingna  dan melupakan kesalah sendiri.

Tidak... Untuk menghabiskan waktu dengan para pengangguran dan bermain-main yang tiada mendatangkan faedah.

Tidak..Untuk mengabaikan kebersihan badan, kerapian rumah dan disiplin.

Tidak..untuk minum minuman yang diharamkan, rokok dan segala sesuatu yang mendatangkan penyakit.

Tidak.. Untuk selalu mengingat musibah yang telah berlalu, bencana yang telah lewat dan kesalahan yang telah terjadi.

Tidak.. Untuk melupakan akhirat dan bekal untuknya, serta mengabaikan keberadaannya.

Tidak.. untuk menghambur-hamburkan harta serta berhura- hura.

(¯`*•.Katakan " Ya " .•*´¯)


Ya... Untuk senyuman indahmu yang menghembuskan cinta dan menyebarkan ksih syang kepada sesama.

Ya... Untuk ucapan-ucapan baikmu yang membangun persahabatan sejati dan menjauhkan rasa dengki.

Ya... Untuk dermamu yang membahagiakan si miskin, menyenangkan si fakir dan mengeyangan si lapar.

Ya... Untuk bersanding dengan Al-Qur'an seraya membaca, menghayati dan mengamalkannya sambil bertobat dan istigfar.

Ya...Untuk senantiasa berdzikir, beristigfar, memanjatkan Doa dan memperbaiki tobat.

Ya...untuk bekerja keras mendidik menuju jalan Allah, mengajarkan sunnah-sunnah Nabi kepada mereka dan mengarahkan mereka kepada hal-hal yang bermanfaat.

Ya..Untuk hanya bergaul dengan  wanita-wanita baik  yang selalu takut pada Allah, mencintai agama dan menjunjung nilai-nilainya.

Ya... Untuk berbakti kepada kedua orang tua, menyambung Silahturahmi, menghormati tetangga dan dan menyantuni anak yatim.

Ya..Untuk membaca dan menelaah buku bacaan yang bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan kita.

(¯`*•.Kartun Muslim dan Muslimah .•*´¯)









































(¯`*•.Kartun Muslimah.•*´¯)









(¯`*•.Pria Ku.•*´¯)


Adalah seorang pria
Berparaskan penuh kesederhanaan
Bekerja penuh keikhlasan
Itulah dia lelaki sejati
Lelaki pujaanQ
Ketika sang surya terlihat sunyi
Aq terhanyut dalam lamunan
Pandangan pertama, itulah yang terbayang
Hatiq berdebar-debar tidak karuan
Ketika dia tersenyum padaku.
Diriq bagai disuntik jarum cinta
Sungguh dia lelaki sejati
Lelaki impianq
Yang membuat pikiran jadi tergoncang
Tapi, siapakah gerangan dirimu???

(¯`*•.Keluarga Cemara.•*´¯)



Sahabat masih ingat gak sama Sinetron yang judulnya “ Keluarga Cemara “
Sinetron yang diambil dari novel karya Arswendo Atmowiloto ini mampu menarik perhatian banyak masyarakat karena kesan sinetronnya yang alami.
Sinetron ini benar-benar membuat para penonton  untuk terus menyaksikan alur Sinetron tersebut di setiap kali tayang.
Sinetron ini menceritakan indahnya hidup dalam keluarga sederhana yang harmonis dan dalam kebersamaan, sikap-sikap baik tertanam pada setiap tokoh atau pemain sinetron keluarga cemara ini.
Bukan hanya itu saja, selain alurnya yang membawa kesan yang alami, Lagu dari Ost Keluarga Cemara ini pun terkenal dan enarik perhatian para penonton untuk mendengarkannya.
Masih ingat kan lagunya seperti apa.
Ni lirik lagu Ost. Keluarga Cemara

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah
Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti
Agil sama Ara! Teteh mau jualan opak dulu ya
Ya Teh…
Jangan lupa bilang sama Abah ya!
Ya Teh…
Ya,
Mau permen…
Permen, permen apa?
Permen apa aja…
A.., Teteh berangkat dulu ya…
Ya Teh…
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah
Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti.

(¯`*•.Gadis Buta Yang Malang.•*´¯)


 " Pagi-pagi buta ayam jantan telah berkokok, se akan-akan membangunkan Ari gadis berumur 17 tahun itu dari tidurnya. Ia pun terbangun dari tidurnya. Ketika itu ia ingin beranjak dari kamar tidurnya, tapi ia tampak kebingungan bagamana caranya agar ia bisa keluar dan beranjak dari kamar tidurnya. Perlahan-lahan ia berjalan keluar dengan penuh kehati-hatian. Hampir semua benda yang ada di sekitarnya tertabrak olehnya karena atanya tak mampu lagi untuk melihat.
   "Ketika ia hendak telah sampai d depan pintu kamarnya, ibu melihatnya dan segera menghampiri gadis keci itu.
 ' Nak kalau mau keluar panggil ibu, biar ibu bantu kamu berjalan keluar. ucap ibu Ari.
nggak usah bu, Ari mau belajar madiri, ingin  berusaha berjalan sendiri, ibu gak usah repot membantu Ari. Ibu gak usah khawatir, Ari pasti baik-baik saja.
ya meskipun banyak benda-benda yang Ari tabrak..
Sambil tertawa mencoba mencoba menghilangkan rasa khawatir pada diri ibu.
Ibu pun tersenyum manis, dan mendekap anak gadisnya itu kemudian ia memanggil adiknya 
yang sudah bangun dari awal. Ibu memeluk dan mengelus-elus kepala mereka, memberikan pesan kepada mereka agar dapat menggunakan waktu mereka dengan sebaik-baiknya dan selalu berusaha melakukan yang terbaik dan terbaik dalam keadaaan dan situasi apapun.
Tak terasa ibu meneteskan air mata mengingatsaat ayah mereka belum meninggalkan mereka. Ketika air mata ibu jatuh menetes, Ari mencoba meraba wajah ibu dan menghapus ar mata ibunya.
ibu jangan menangis lagi , ibu gak boleh bersedih. Kata Ari.
Ibu tersenyum kembali menatap Ari dengan penuh kasih sayang, beberapa menit kemudian lepaskan pelukannya dari kedua anaknya dan segera bersiap-siap untuk bekerja, sedang adik Ari tengah mempersiapkan peralatan sekolahnya dan Ari..
Ari hanya bisa duduk di depan ruang tamu menunggu mereka datang kembali, karena ia tak mampu berbuat apa-apa lagi. Dia seperti terperangkap di dalam penjara kesedihan tiada hentinya menyelimuti hidupnya.
 '' Tak lama setelah ibu dan adiknya pergi, terdengar suara orang membuka pintu rumahnya. Dia pikir ibunya sudah pulang kembali. Ternyata segerombolan pencuri masuk ke rumah Ari. Ia sangat takut dan mencoba mencari pertolongan, namun ia tak dapat melakukan apa-apa lagi. Pencuri itu telah mengobrak- abrik seluruh barang yang ada di rumahnya, hingga mereka menemukan barang-barang yang sangat berharga, perhiasan yang di simpan ibu kini telah hilang di ambil sejumlah kawanan perampok. Ketika perampok itu masih berada di rumah Ari. Ari berusaha berteriak meminta pertolongan, saat salah seorang berusah mendekatinya dan menodongkan pisau tepat di leher Ari.
Ari hanya bisa menangis ketakutan., hingga akhirnya pencuri itu tak lagi mendekap Ari dan kabur begitu saja.
  " Kini Ari lemah tak berdaya dan hanya bisa menangis dalam kejadian itu, Dia menganggap bahwa dirinya telah lalai. Tak satu pun pencuri yang ia kenali karena matanya tak dapat melihat.
    Akhirnya, Ketika siang hari yang terik, Ibu Ari dan adiknya kembali pulang bersama, Dari luar rumah ibu Terkejut melihat pintu rumah yang terbuka begitu saja dan mendengarkan tangisan Ari yang tiada henti. Ibu pun segera masuk ke rumah dan memanggil manggil Ari hingga Ibu menemukan Ari telah duuk menangis ketakutan dan tak berdaya. Ibu tak kuasa menahan tangisnya dan menanyakan pa yang telah terjadi pada anaknya. Namun, Ari tak mampu mengucapkan sepatah kata pun pada ibunya.
Akhirnya beberapa waktu kemudian, kesedihan itu telah hilang, dan  Ari menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, meskipun ia masih ketakutan.  Ibu hanya tersenyum bahkan ia tidak marah sedikit pun kepada Ari, karena bagi Ibunya harta yang ia miliki bukan lah apa-apa, baginya harta yang sangat  berharga adalah Ari dan adiknya.
   "Hari demi hari telah berlalu, kejadian itu terulang kembali, Dua orang pencuri masuk ke dalam rumah Ari.
saat itu semua keluarga Ari tengah tertidur lelap. Pencuri itu masuk ke dalam kamar Ari dan berusaha untuk memperkosanya. spontan Ari pun teriak dan ibunya segera  bangun dari tidurnyadan lari melihat apa yang terjadi pada anaknya.
 " Namun, apalah daya ketika ibunya hendak ingin memukul pencuri itu, salah satu dari pencuri itu lebih dahulu menusuk punggung ibu dari belakang. pencuri itu seketika kabur begitu saja. Adiknya yang juga ketakutan saat itu segera masuk ke kamar Ari dan berteriak memanggil ibunya, menangisi keadaan yang tak mungin diterima oleh dua orang gadis malang itu. Ibu nya tak dapat tertolong. Ari tak dapat menahan tangisnya segera memeluk dan meraba raba wajah ibunya yang tak mungkin bisa ia rasakan lagi.
   Maut telah memisahkan Ari dan Asih dari orang tuanya. kini mereka hanyalah seorang anak yatim tanpa orang tua. Hanya kesedihan yang menyelimuti hari-hari mereka.
gadis buta itu hidup dalam kesengsaraan tanpa kasih sayang dari orang tua.